Jumat, 23 Desember 2011

L : Change the world


L: Change the World merupakan karya sutradara Hideo Nakata. Live Action ini merupakan salah satu Movie dari Death Note Movie Series. Movie ini dibuat berdasarkan manga Death Note karya Tsugumi Ohba dan digambar oleh Takeshi Obata. Walaupun ada perubahan di beberapa kisahnya, tapi movie ini tetap dibuat sesuai dengan dasar cerita Death Note itu sendiri.Movie ini dirilis di Jepang pada tanggal 9 Februari 2008, di Hongkong pada 7 Feberuari 2008, dan di Singapore pada 21 Februari 2008.

Mau tau sinopsisnya ?? ini dia ..

Di movie ini, diceritakan bahwa L menuliskan namanya sendiri "L.Lawliet" di Death Note lalu membakarnya. Dia menuliskan bahwa ia akan mati 23 hari kemudian. Dalam waktu 23 hari itu ia berusaha untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di seluruh dunia yang sudah menjadi tugasnya. Sampai saat ia menerima pesan dari Thailand.

Diceritakan di sini, bahwa di sebuah desa di Thailand, Desa Bangun, terinfeksi oleh virus mematikan di mana penyebarannya sangat cepat. Tapi ada seorang anak yang tidak terinfeksi. Salah satu agen Watari yang berinisial F segera menyelamatkan anak itu dan menyuruh anak itu untuk menghubungi Watari. F meninggal di Thailand karena ditembak oleh misil helikopter militer. Anak laki-laki berhasil kabur dan menghubungi Watari, tapi saat itu Watari sudah meninggal karena serangan jantung. L mau menerima anak itu. Sampai di Jepang, anak itu diperiksa secara intensif. Setelah memakan waktu berhari-hari, anak itu akhirnya tinggal bersama L. L mendapatkan data tentang virus itu dari kalung yang diberikan F yang dibawa anak itu. Di tempat lain, tepatnya di laboratorium Infeksi Asia, ada seorang profesor jenius yang memiliki seorang putri bernama Maki. Oleh ayahnya Maki sering disuntik dengan obat-obat. Di laboratorium itu juga ada salah seorang agen Watari yang berinisial K, atau nama aslinya adalah Kujo Kimiko.

Ayah Maki diminta oleh Washington untuk meneliti virus yang ada di Thailand itu. Saat ia sudah menemukan vaksinnya, K datang bersama gerombolannya. Mereka berambisi untuk mengurangi populasi manusia dengan virus. Ayah Maki yang mengetahuinya, segera menghancurkan antidot virus mematikan itu, lalu menyuntikkan virus ke tubuhnya sendiri. Akibatnya fatal, seluruh tubuh profesor itu segera melepuh dan mulai mengelupas kulitnya layaknya orang terkena kusta. kulit san daging profesor itu perlahan berguguran, disertai dengan keluarnya darah di sekujur tubuh.

K yang tak tega melihat penderitaan prefesor itu kemudian membakar laboratorium khusus tersebut, dengan menyaksikan ayah Maki yang sekarat di dalamnya. Maki yang melihat ayahnya meninggal dengan mengerikan, segera mencari Watari. Ia juga diterima L. Di markas L, tiba-tiba K datang bersama gerombolannya. Mereka memang punya janji, tapi janji dilakukan siang hari, tetapi K tidak mau menurutinya. Maki yang marah melihat orang-orang yang telah membuat ayahnya tewas menyuntikkan virus ke dalam tubuhnya. Saat salah satu gerombolan K akan menembak, L menyelamatkan Maki dan membawanya kabur bersama anak kecil. L mendapat bantuan dari salah satu agen FBI. Mereka kabur dengan truk Angel Crepe. L berusaha mencari profesor yang merupakan penulis buku tentang Infeksi Virus bersama ayah Maki. Akhirnya profesor itu sudah mereka temukan. Sayangnya Maki mulai terinfeksi virus tersebut, padahal waktu yang tersisa bagi L untuk hidup tinggal tiga hari lagi.

Profesor mencoba untuk meneliti virus itu dan membuat vaksinnya. Sambil menunggu vaksin, L, Maki, dan anak laki-laki itu makan bersama di atap laboratorium. Saat itulah terjalin kehangatan di antara mereka bertiga setelah sekian lama lelah diburu-buru gerombolan Kujo. Maki meminta L meluruskan punggungnya dan menghentikan kebiasaannya untuk makan makanan manis.

Malamnya, Maki pergi menemui K dan gerombolannya, tapi ia disandera dan akan dibawa ke Amerika. Vaksinpun sudah selesai dibuat. L segera menuju bandara. Di dalam pesawat, virus dari tubuh Maki sudah aktif, semua penumpang terinfeksi. L segera datang menyelamatkan K dan para penumpang. L menyuruh K untuk terus hidup.

Di akhir cerita, L memasukkan anak laki-laki itu ke asrama milik Watari dan menamai anak itu Near, yang berarti bahwa siapa pun yang berada di dekatnya membutuhkan bantuan, pasti akan diselamatkan.

Uwaaaahhh .. seru gak tu ?? seruu kan … banget-banget-bangeeeettt ^^.
hahahahahaa .. dijamin gak bakalan rugi deh buat nonton movienya .. asyik banget soalnya ..
dan tentunya si L kereeen abis di sinii .. suer dah .. hahahaha ..

Kenichi Matsuyama



eng-ing-eng..
ini dia .. pemeran " L " lawliet
Kenichi Matsuyama ..

akting si ken emang jago banget . suer deh . haha .
cerdas .. cerdas banget ya pembuat ceritanya .
ehe . sama cerdasnya akayak aoyama gosho yang nulis komik Conan . ahaaa ..

yodah deh, yuk kita intipin aja ..
siapa sih sebenarnya si Kenichi Matsuyama ..
check it out :)

Ken'ichi Matsuyama (松山 ケンイチ Matsuyama Ken'ichi?, lahir 5 Maret 1985 di Mutsu, Jepang)adalahaktor dan foto model asal Jepang. Di antara film-film yang pernah dibintanginya terdapat film laris seperti Nana,Otokotachi no Yamato/YAMATO, dan Death Note. Selain itu, ia juga membintangi serial drama 1 Litre of Tears memerankan kakak kelas pemain basket bernama Kawamoto Yūji.

Olahraga kegemarannya adalah lompat galah dan bisa bermain bola basket dengan kursi roda. Sewaktu di sekolah menengah pertama pernah menduduki urutan ke-4 cabang lompat galah dalam pesta olahraga tingkat daerah di Tohoku.

Pada tahun 2001, Ken'ichi mengikuti audisi mencari bintang "New Style Audition" yang diadakan agensi Horipro, bersama majalah Boon, dan pusat perbelanjaan Parco. Ia mengalahkan 16.572 peserta lain dan dipilih menjadi pemenang pertama. Pada tahun yang sama, ia menjadi model untuk promosi pusat perbelanjaan Parco.

Karier layar perak dimulainya tahun 2003 dengan film berjudul Akarui Mirai (Bright Future). Tahun 2005, Ken'ichi lulus audisi film Otokotachi no Yamato. Produser Haruki Kadokawa yang sukses menemukan aktris seperti Hiroko Yakushimaru dan Tomoyo Harada begitu terkesan sewaktu melihat Ken'inchi, dan memberikannya peran Kamio Katsumi dalam film Yamato. Selanjutnya, Ken'ichi juga diikutsertakan dalam dua judul film produksi Haruki Kadokawa, Aoki Ōkami Chihate Umi Tsukiru Made dan Tsubaki Sanjūrō. Pada tahun 2006, namanya mencuat setelah membintangi film Death Note sebagai L.

nah , ini dia FILMOGRAFI dari si ken . yuk kita liat :

§ Bright Future (2003) - sutradara: Kiyoshi Kurosawa

§ Kanzen naru Shiiku Himitsu no Chikashitsu (2003)

§ Guuzen Nimo Saiaku na Shounen (2003)

§ The Locker 2 (2004)

§ Kamachi (2004)

§ Winning Path (2004)

§ Shibuya Kaidan 2 (2004)

§ The Taste of Tea (2004)

§ Linda Linda Linda (2005) sebagai Makihara

§ Nana (2005) sebagai Shin (Shinichi Okazaki)

§ Furyō Shōnen no Yume (2005)

§ Kasutamu-meido 10.30 (2005)

§ Otoko-tachi no Yamato (2005) sebagai Katsumi Kamio (15 tahun)

§ Oyayubi Sagashi (2006)

§ Death Note (2006) sebagai L

§ Death Note: The Last Name (2006) sebagai L

§ Ten Nights of Dream (2007)

§ The Blue Wolf: To the Ends of the Earth and Sea (2007) sebagai Juchi

§ Shindō (2007)

§ Dolphin Blue: Fuji, Mou Ichido Sora e (2007)

§ South Bound (2007)

§ Tsubaki Sanjūrō (2007)

§ L: Change the World (2008)

§ Detroit Metal City (2008) Sebagai Negishi Soichi

Serial Dramanya :

§ Gokusen musim tayang I (NTV, 2002)

§ Gokusen Special Sayonara 3-nen D-gumi -Yankumi Namida no Sotsuyō Shiki ((NTV, 2003)

§ Kids War 5 (CBC, TBS, 2003)

§ Be-Bop Highschool (TBS, 2004)

§ [[Division 1 Stage 15 "Odaiba Bōken Ō SP Kareshi Sensei" (Fuji Television, 2005)

§ Be-Bop Highschool 2 (TBS, 2005)

§ 1 Litre of Tears (2005)

§ Tsubasa No Oreta Tenshitachi Dai-ni ya "Live Chat" (Fuji Television, 2006)

§ Machiben (NHK, 2006) episode 1

§ Sono 5-fun mae episode "Aruyo no Dekigoto" (NHK, 26 Desember 2006)

§ Sexy Voice and Robo (NTV, 2007)

§ Zeni Geba (NTV, 2007)


Kisah Wortel, Telur, dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

copyright : ekojuli.wordpress.com

Bersyukur

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman.

Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!" Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya. Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan." Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.

Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM.

Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia. Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan.

Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.

Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!" Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis, namun Budiman melanjutkan kalimatnya: "Bu...aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita.

Panjaaaang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu...,

aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.

Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala nikmat-Mu

INGATKAH KAU KEPADA-NYA ?

Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah

bagaimana awalnya,akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali

persahabatan.. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak

mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang pantas menjadi sahabatku..!"

Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak mengerjakan shalat,setan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku

di akhirat nanti..!". Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu

dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan ! mulai

terdiam......

Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak

shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat

sesuatu. . Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji

bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?".

"Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar. "Nenek moyangku ! saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang untuk bersujud pada-Nya. Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil ngeloyor pergi.

"Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka

sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)